BerandaBahasa Indonesia Bersastra LKPD Gambaran Alur Cerpen "Pohon Keramat Bahasa Indonesia anugerah Tuhan yang patut kita syukuri bersama. Petunjuk Kegiatan: Peserta didik membuka buku yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 yaitu Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Mengidentifikasi Cerpen Pohon Keramat Karya Yus Unsur Intrinsik 1. Sinopsis 2. Tema 3. Penokohan 4. Perwatakan 5. Alur 6. Latar 7. Sudut Pandang 8. Gaya Bahasa 9. PesanB. Unsur Ekstrinsik 1. Latar belakang masyarakat 2. Latar belakang penulis 3. Nilai kehidupan Intrinsik 1. Sinopsis Cerita Pohon Keramat Di sebelah barat kampung ada yang tidak terlalu penduduk dari dahulu hingga sekarang menyebutnya dengan gunung gunung beser sendiri berarti mengeluarkan air terus-terusan. Terdapat cerita di gunung beser bahwa di kampung sang penulis terdapat tokoh yang berjuang sendirian melawan belanda yang bernama jayasakti. Ia menjadi buronan belanda dan akhirnya bersembunyi di gunung belanda dengan dipandu centeng centeng demang melacak jayasakti bersama,namun mereka tidak ada yg selamat untuk bisa keluar darigunung cerita itu dipercaya kebenarannya,tidak ada seorang penduduk yangberani masuk ke kelebatan gunung sang penulis,Gunung besermenyimpan kenangan tersendiri saat ia masih kecil seringkali dirinya diajakbermain di sawah oleh temannya dan mengontrol sawah bersama kakeknyaDi sebelah barat kampung ada yang tidak terlalu penduduk daridahulu hingga sekarang menyebutnya dengan gunung gunungbeser sendiri berarti mengeluarkan air cerita di gunung beser bahwa di kampung sang penulis terdapattokoh yang berjuang sendirian melawan belanda yang bernama menjadi buronan belanda dan akhirnya bersembunyi di belanda dengan dipandu centeng centeng demang melacakjayasakti bersama,namun mereka tidak ada yg selamat untuk bisa keluar darigunung cerita itu dipercaya kebenarannya,tidak ada seorang penduduk yangberani masuk ke kelebatan gunung sang penulis,Gunung besermenyimpan kenangan tersendiri saat ia masih kecil seringkali dirinya diajakbermain di sawah oleh temannya dan mengontrol sawah bersama kakeknyaSang penulis pun akhirnya tahu bahwa cerita tentang jayasakti sebenarnyahanyalah tersebut ia ketahui dari di kaki gunung beser selesai,kakek sang penulis hal itu tidak mendatangkan perhatian yang besar dari bahwa keangkeran gunung beser itu mulai tidakmenyebar,sehingga penduduk membuka gunung beser lebih perusahaan yang memanfaatkan mata air besar dibangun,rumahrumah dibangun,dan terdapat penebangan itu membuat pasokan airdi kampung sang penulis pun menurun,banyak perkelahian antar petani yangberebut itu para remaja putus sekolah kebingungan mencari kerjakarena mengarap lahan pertanian yang semakin tidak subur,dan musim yang datang tidak lagi bersahabat. El Nino pun datang dan kekeringan membakar kampung sang bangunan dan lahan yang hangus saat musim banjir besar melanda,rumah rumah hanya kelihatan atapnya penulis hanya bisa mencatat peristiwa peristiwa tersebut tanpa mengerti apa yang telah satu hal yang pasti,kita harus lebih bersahabat dengan alam agar alam lebih bersahabat dengan Tema Modernisasi Keadaan Penduduk3. Karakter tokoh Tokoh saya, kakek, dan penduduk Kutipan cerpen Saya merasa waktu itu Kakek adalah orang yang dihormati oleh penduduk Perwatakan * Mbah Jayasakti pemberani dan tidak mementingkan dirinya sendiri. * Pasukan Belanda dan centeng² demang tidak menyerah. * Penduduk desa jahiliyah/ percaya dengan hal² mistis. * Kakek pemberani, bijaksana, dan suka menolong. * Penduduk Kota Pemalas5. Alur Alur maju Kutipan cerpen Cerpen Pohon Keramat menceritakan mengenaisejarah Gunung Beser, masa kecil tokoh saya, pembukaan hutan Gunung Beser, hingga bencana yang melanda warga kaki bukit Gunung Latar tempat Di Gunung Beser Kutipan cerpen Bagi sawah-sawah di kampung saya, air tidak mesti diperebutkan. Gunung Beser memberikan air yang melimpah. Nama Gunung Beser sendiri berarti mengeluarkan air terus-terusan. Mata air yang berada di kaki gunung mengalirkan sungai yang lumayan besar. Sebagian air itu dialirkan ke kampung untuk memenuhi bak-bak mandi. Sisanya yang masih melimpah mengairi sawah dan kolam. Selain itu, masih banyak mata air kecil yang dipakai penduduk sebagai Latar sudut pandang penceritaan Sudut pandang orang pertama saya Kutipan cerpen Saya beberapa kali melihat para petani berburu berang-berang atau tikus. Selain sering dibawa Kakek ke tempat syukuran, saya senang dengan hari-hari di sawah. Saya bermain dengan anak dari kelompok mana Gaya Bahasa Menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar,juga mudah Pesan Pohon memang keramat,harus dihargai dan pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita seperti kata kakeknya sang penulis bahwa banyak orang Cuma merasa pintar,padahal tidak. Ekstrinsik1. Latar belakang masyarakat • Budaya masyarakat Indonesia yang masih terikat erat pada hal-hal mistis • Perjuangan masyarakat Indonesia, melawan penjajahan2. Latar belakang penulis Yus R Ismail lahir pada tanggal 10 januari 1970 di Kamung Ranca kalong, Sumedang, Jawa Barat. Yus R Ismail merupakan sastrawan sunda yang telah menghasilkan beberapa karya seperti cerpen, puisi dan esay tentunya dalam bahasa sunda. Pada awalnya, Yus R Ismail dikenal sebagai pengarang berbahasa indonesia karena pada tahun 1990-an karyanya cerpen dan puisi banyak dipublikasikan di media berbahasa Indonesia. Selain di Pikiran Rakyat, Bandung Pos, Mitra Desa dan media yang terbit di Bandung lainya, karyanya juga sering terbaca di media yang terbit di Jakarta seperti Media Indonesia, Kompas, Republika, Koran Tempo, Nova, Citra, Horison dan lain Nilai kehidupan Nilai-nilai dari cerpen 'Pohon Keramat' adalah sebagai berikut. 1. Nilai sosial -> kita harus selalu berbela rasa kepada sesama yang membutuhkan 2. Nilai moral -> Kita harus menghormati orang tua dan yang lebih tua daripada kita. 3. Nilai agama -> Kita harus setia pada ajaran agama dan menjalankan kewajiban agama kita masing-masing. 4. Nilai budaya -> Kita harus menjalankan adat istiadat di lingkungan kita dan melestarikannya.
KunciJawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 63 75 Struktur Cerpen Pohon Keramat
0% found this document useful 0 votes288 views3 pagesOriginal TitlePohon keramatCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes288 views3 pagesPohon KeramatOriginal TitlePohon keramatJump to Page You are on page 1of 3 Dmroti "Vahak Jmrieit" emrupijik sicih situ dmroti pmk`mj yikb tmrbilukb `icie dmrpmk yikb pmrkih `otmrlotjik acmh hiroik Jaepis. Tmlibioeiki dmrpmk ciokkyi, dmroti "Vahak Jmrieit" `otucos `mkbik pikgikb yikb `ij emcmloho jiti. Tmciok otu, dmroti oko gubi lmrnajus pi`i situ pmroswi yijko tmktikb pahak trmelmso yikb `oikbbip jmrieit acmh eisyirijit `o `msi Jico`asi. Jmsm`mrhikiik dmroti okocih yikb emkgi`o doro jhis lihwi dmroti Vahak Jmrieit `ipit `obacakbjik emkgi`o dmroti pmk` jmsmepitik oko, saic emeokti joti uktuj emkburiojik strujtur dmrpmk jijij ijik emkdali emkgiwil pmrtikyiik jico msi Jico`asa yikb tmrcmtij smpucuh jocaemtmr `iro gicik riyi iktiri Taca `ik Vurwa`i`o otu libiojik smluih aism yikb dujup cuis. Tmjmcocokbkyi i`icih pmrlujotik jipur yikb tik`us, tmtipo sulur libo pahak gi, smhokbbi `msi otu `ocokbjiro acmh hutik gi. Tmpmr aism, jirmki hikyi `msi otucih yikb roeluk `mkbik lmrlibio tikieik tihukik, tmrutiei luih-luihik smpmr eikbbi, gielu, kikbji, lmcoelokb, `ik picokb likyij tueluh pahak emcokga yikb emkgi`o lihik liju jmrigokik mepokb emcokga `o `imrih otu. \ueput puk losi tueluh `o `imrih otu smhokbbi pmk`u`ujkyi losi ememcohiri sipo `ik jielokb. Lmrlm`i `mkbik `msi-`msi ciok `o smjotirkyi, yikb pmk`u`ujkyi lmribiei Oscie siktro, `msi Jico`asa otu lmrpmk`u`uj ilikbik `ik eisoh pmrdiyi pi`i i`ikyi rah yikb emkbhuko lmk`i-lmk`i. Kieuk, `o iktiri pmk`u`uj `msi oko tmr`ipit puci pmemcuj Oscie yikb tiit, lihjik losi `olocikb nikij. ...Aromktisoo `msi otu tmr`ipit puci smluih jmluk luih-luihik eocoj `msi. o pokbborik pahak-pahak otu tueluh smluih pahak trmelmso lmsir yikb tmcih tui, lirikbjico ritusik tihuk ueurkyi `ik jirmkiotu sikbit roeluk. Tijokb lmsirkyi, pahak otu `opmrdiyi smlibio ikbjmr yikb `ohuko acmh rah-rah. Hikyi sigi tikih `o liwih pahak otu smrokb jatar jirmki `iuk-`iuk yikb bubur `ik jirmki otu smip jico pmrcu `olmrsohjik. o `mjit pahak otu tmr`ipit eiti ior yikb gmrkoh iorkyi smhokbbi `opijio acmh pmk`u`uj smlibio ior eokue. Vmemroktih `msi tmcih emeluit smluih jacie sm`mrhiki yikb emkiepukb ior otu `ik pmk`u`uj `msi lmlis emkbielockyi. Lihjik, `o `mjit jacie ior otu `o`orojik jieir eik`o `ik jijus sm`mrhiki tij lmritip, tmrluit hikyi `iro ikyieik litikb lielu `ik jiyu. Pmtipo, piri pmrmepuik suji eik`o cikbsukb `o `mjit jacie otu `mkbik hikyi emkbmkijik jiok sigi smhokbbi emrupijik pmeik`ikbik emkiroj libo cmcijo. Vibo `ik sarm smcicu rieio `mkbik arikb eik`o. Loisikyi pmrmepuik cmloh iwic eik`okyi jmji pibo eisoh ibij bmcip. Liru ibij soikbkyi `itikb piri cmcijo uktuj eik`o. JaepcojisoJmji tmcih lmrueur mepit pucuh tihukik, Virta emcijujik jmboitik yikb emkbuk`ikb pmrhiik smcuruh pmk`u`uj `msi. Oi smip eicie emcijujik smei`o itiu lmrtipi, `mkbik diri `u`uj lmrsoepuh `o iktiri `ui litu lmsir yikb emkakgac `o liwih pahak otu, wiciupuk ibij giuh `iro litikbkyi. Vi`i wijtu soikb, smtmcih ememrojsi `ik emelmrsohjik jmluk, yikb `oliktu acmh ostrokyi, Vij Virta emcijujik prijj pogit. \upikyi oi pmrkih lmcigir pogit-emeogit pi`i smarikb tujikb pogit tmrjmkic `o `imrih hutik gi iktiri Vurwa`i`o `ik Vi yikb tmrjmkic `mkbik jmboitik jmlikik `ik pmr`ujukikkyi otu. \upikyi jmboitik pogit yikb `ocijujik `o itis jir pik`ik `o liwih pahak trmelmso yikb rok`ikb smguj `ik kyieik otu eijok rieio. Ostrokyi ojut puci emeogit. Likyij arikb `mkbik lmrlibio pmkyijot emeokti tmripo pi`i Virta. Eukbjok uktuj emelmro subms jmpi`i cikbbikik pogitkyi, oi smcicu emelmrojik smlatac jmdoc ior yikb `oieloc `iro eiti ior otu smtmcih `olmro eiktri acmhkyi. Okocih yikb emkymliljik eiji Virta ijhorkyi `osmlut smlibio `ujuk, `ik oi `ij jmlmritik `mkbik smlutik eibos otu. Pmktu sigi `mkbik emkbitijik lihwi ior `iro eiti ior otu lmrjhisoit kbbo, lujik smelirikb ior....Mvicuiso–Diri emelmriktis PLD situ-situkyi i`icih emkmlikb pahak trmelmso otu. Jiciu tij i`i pahak yikb `oikbbip jmrieit, so Virta otu tij ijik emcikgutjik prijj pmr`ujukikkyi,― jiti Phahor `mkbik ki`i jmtus....\msacusomkbik ruluhkyi pahak otu `ik ijir-ijirkyi puk `odilut `ik `oliwi `mkbik smluih truj acmh pmelarakb. Vmelarakb Phahor pi`i bocorikkyi emcijsikijik tubiskyi, euci-euci emelikbuk eisgo`, jmeu`oik EDJ, `ik bm`ukb pusjmseis. Eisgo` `o`orojik pmrsos `o itis tmepit yikb `ucu `otueluho pahak trmelmso otu. icie tmepa hikyi mkie lucik, smcuruh likbukik otu emku`uh itiu emkbhoki siyi `ij lmdus emelikbuk yi. Eukbjok sigi rah-rah gihit tmcihemkyilat likbukik siyi,― giwilkyi sieloc tmrtiwi jmris. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Menelaahdan menyimpulkan struktur teks cerpen pohon keramat bahasa indonesia . Pada artikel ini akan dibahas beberapa . Soal cerpen pilihan ganda beserta jawabannya soal dan jawaban . Soal dan jawaban dari kegiatan 1 mengidentifikasi struktur cerpen pohon keramat dalam buku bahasa indonesia kurikulum 2013 kelas 9 smp/ mts . Contoh soal pilihan
Ilustrasi Struktur Cerpen Pohon Keramat, sumber foto Susan Q Yin by Pohon Keramat adalah cerpen yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP/MTs. struktur cerpen pohon keramat perlu diketahui agar siswa dapat mengidentifikasi bagian-bagian yang terdapat di cerpen merupakan rangkaian peristiwa yang terdapat dalam cerita imajinasi yang ditata sedemiki rupa hingga terlihat mengetahui struktur cerpen, maka para siswa dapat membedakan fungsi dari masing-masing bagian yang terdapat di dalam cerita cerpen Pohon Keramat itu sendiri bercerita tentang Gunung Beser yang digambarkan sebagai tempat persembunyian Jayasakti di masa penjajahan Belanda. Adapun struktur cerpen tersebut akan dijelaskan lebih lanjut di artikel Cerita PendekIlustrasi Struktur Cerpen Pohon Keramat, sumber foto Luisa Brimble by mengidentifikasi cerpen Pohon Keramat, kamu perlu memahami jenis-jenis struktur cerpen terlebih dahulu. Mengutip buku Cerita Pendek dan Cerita Fantasi oleh Siti Nurhayati 2022, struktur cerpen yang perlu diketahui yakni sebagai berikut1. OrientasiOrientasi merupakan penentuan kejadian, menciptakan gambaran latar, dan waktu kisah. Selain itu, bagian ini juga berisi pengenalan karakter untuk menuju ke arah Rangkaian PeristiwaRangkaian peristiwa merupakan kisah yang terus berlanjut hingga membentuk suatu hubungan yang saling berpengaruh satu sama KomplikasiKomilasi adalah cerita yang bergerak pada konflik yang berpengaruh terhadap tokoh dan latar ResolusiResolusi merupakan pemecahan masalah yang nantijya akan mengakhiri Cerpen Pohon KeramatSetelah mengetahui macam-macam struktur cerpen, saatnya mengidentifikasi cerpen Pohon Keramat. Adapun identitas struktur tersebut yakni sebagai berikut● Orientasi Ada pada paragraf 1 sampai 4 karena memuat informasi tentang pengenalan peristiwa, latar waktu, dan latar tempat. ● Rangkaian peristiwa Ada pada paragrap 5 sampai 6 karena memuat informasi tentang berbagai peristiwa yang terjadi di desa, tepatnya di kaki gunung.● Kompilasi Tercantum pada paragraf 17 sampai 38 karena berisi konflik dari cerpen Pohon Keramat● Resolusi Ada pada paragraf 39 atau pada akhir Pohon Keramat Bahasa Indonesia memiliki nilai moral yang sangat dalam dan perlu dipahami oleh siswa. Dengan memahami isi cerpen tersebut, kamu dapat mengidentifikasi struktur ceritanya. Adapun amanat yang terkandung di dalam cerita tersebut adalah semangat perjuangan dalam melawan penjajah. DLA
CerpenPohon Keramat. Seperti oase, karena hanya desa itulah yang rimbun dengan berbagai tanaman. Pengertian dan ciri cerpen dan beserta unsurnya. Pengertian cerpen yaitu, suatu prosa atau karangan yang [] Ismail dalam buku teks bahasa indonesia sekolah menengah pertama kelas 9 revisi 2018, yang konon katanya yakni sebuah mitos yang
Uploaded byTiger Barito 0% found this document useful 0 votes9 views1 pageCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes9 views1 pageTeks Cerpen 'Pohon Keramat'Uploaded byTiger Barito Full descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
UnsurIntrinsik Cerpen Pengertian Novel Gaya Bahasa. Unsur cerpen dapat dibagi ke dalam dua kategori yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Cerpen terbentuk dari dua unsur yang berbeda yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Setelah Kamu Membaca Cerpen Pohon Keramat Simpulkan Unsur Cerpen Operator Sekolah. 8 Unsur Intrinsik Cerpen
67% found this document useful 42 votes70K views12 pagesOriginal TitleCERPEN POHON © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?67% found this document useful 42 votes70K views12 pagesCerpen Pohon KeramatOriginal TitleCERPEN POHON to Page You are on page 1of 12 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
06MODUL PLUS-BMK2_KOMSAS. BAHASA MELAYU SPM - KERTAS 2. Soalan 2 : Pemahaman Komsas. SENARAI TAJUK TEKS ANTOLOGI BAGI TINGKATAN 4 DAN 5. TINGKATAN 4. PUISI TRADISIONAL. Syair Bidasari. Gurindam Dua Belas (Fasal yang Ketiga) PUISI MODEN.
Gaya bahasa dongeng pohon keramatbahasa Indonesia kelas 9 carilah struktur cerpen dr pohon keramat karya yus r. Ismail balasan bahasa indonesia kelas 9 hal 75 aktivitas struktur pohon keramat1. Tentukan tokoh & karakter tokoh dlm cerpen “Pohon Keramat” kelas 9 2. Tentukan latar tempat dlm cerpen “Pohon Keramat” kelas 9 3. Tentukan latar waktu dlm cerpen “Pohon Keramat” kelas 9 4. Tentukan latar suasana dlm cerpen “Pohon Keramat” kelas 9 5. Tentukan sudut pandang dlm cerpen ” Pohon Keramat” kelas 9Gaya bahasa kisah pohon keramat Jawaban Menggunakan bahasa sehari-hari bahasa Indonesia kelas 9 carilah struktur cerpen dr pohon keramat karya yus r. Ismail Isi struktur berikut sesuai isi cerpen pohon keramatgunung beser Struktur cerpen terdiri atas 1. Orientasi Penentuan peristiwa, menciptakan citra visual latar, atmosfir, & waktu kisah. 2. Rangkaian insiden Rangkaian kisah berlanjut lewat sceangkaian peristiwa-kejadian tak terduga. 3. Komplikasi Cerita bergerak seputar pertentangan atau persoalan yg memengaruhi latar waktu & aksara. Tokoh utama mengarah ke penyelesaian. 4. Resolusi Solusi untuk problem atau tantangan dicapai sukses. Bagaimana pengarang mengakhiri kisah. Jawaban 1. Orientasi Paragraf 1-4 2. Rangkaian peristiwa Paragraf 5-16 3. Komplikasi Paragraf 17-38 4. Resolusi Paragraf 39 Kesimpulan Cerpen merupakan karya sastra baru yg ditulis dgn kurang dr kata, beralur tunggal, & memakai satu tokoh atau insiden sebagai fokus dongeng. balasan bahasa indonesia kelas 9 hal 75 aktivitas struktur pohon keramat Jawaban struktur berikut sesuai isi cerpen pohon keramatgunung beser Struktur cerpen terdiri atas 1. Orientasi Penentuan insiden, membuat citra visual latar, atmosfir, & waktu kisah. 1. Tentukan tokoh & karakter tokoh dlm cerpen “Pohon Keramat” kelas 9 2. Tentukan latar tempat dlm cerpen “Pohon Keramat” kelas 9 3. Tentukan latar waktu dlm cerpen “Pohon Keramat” kelas 9 4. Tentukan latar suasana dlm cerpen “Pohon Keramat” kelas 9 5. Tentukan sudut pandang dlm cerpen ” Pohon Keramat” kelas 9 Saya, berwatak perhatian, penurut, & bersungguh-sungguh beribadah. Kakek, berwatak baik hati & bijaksana. Kang Hasim, berwatak Alim. Warga kampung, berwatak rukun. Penggerak pembangunan, berwatak garang. Pencari kayu bakar, berwatak nekat. Para petani, berwatak gampang emosi. Wakil panitia pembangunan, berwatak sopan. Latar Tempat yaitu, Gunung Beser, Kampung Saya, sawah, & rumah kakek. Latar Waktu yaitu, pagi hari, sore hari, malam hari, & masa panen. Latar Suasana yaitu, Damai & Tentram Sudut pandang orang pertama yaitu saya Pembahasan Cerpen atau dongeng pendek merupakan sebuah goresan pena yg ceritanya merupakan hasil karya atau imajinasi seseorang. Secara lazim, jumlah kata dlm cerpen tak lebih dr kata. Sekilas cerpen & novel memiliki kesamaan, cuma saja cerpen dikemas & ditulis dgn lebih singkat dr pada novel yg menguraikan dengan-cara detail mengenai sebuah dongeng atau kejadian. Untuk membangun atau menulis cerpen yg baik perlu diamati beberapa komponen intrinsik cerpen, diantaranya yakni tema, tokoh atau penokohan, alur kisah, latar waktu, gaya bahasa yg dipakai dlm penulisan, sudut pandang, serta amanat penulis untuk para pembaca cerpen. Pelajari Lebih Lanjut Materi pemahaman cerpen Materi komponen intrinsik cerpen Materi acuan cerpen Detail Jawaban Kelas VIII SMP Mapel B. Indonesia Bab Bab 5 – Membaca Cerpen Kode AyoBelajar SPJ5 Gaya bahasa kisah pohon keramat Jawaban Gaya Bahasa Cerita pohon ceramat yakni Gaya Bahasa berhari hari
GAYABAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN KACAPIRING KARYA DANARTO (SEBUAH KAJIAN STILISTIKA) evolusi ataupun revolusi) yang terjadi pada setiap manusia, alam, atau masyarakat. Tarian Bedoyo yang merupakan tarian keramat yang ditarikan dua belas gadis (putri-putri raja) yang lamanya berjam-jam, dalam cerpen tersebut ditarikan sejumlah 17 penari
Mengungkapkan Pengalaman dan Gagasan dalam Bentuk Cerita Pendek dengan Cara Memodifikasi Cerpen Pohon KeramatKegiatan 1 Modifikasi Cerpen dari Kutipan Cerpen Pohon Keramat menjadi sudut pandang orang teknik penceritaan kutipan cerpen berikut menjadi sudut pandang orang ketiga. Saat mengubah menjadi sudut pandang orang ketiga, dibolehkan untuk mengubah kalimat. Namun, perubahan kalimat tersebut tidak boleh mengubah banyak cara menggambarkan cerita dalam sebuah teks cerpen. Sudut pandang pengarang dalam sebuah cerpen bisa memposisikan diri sebagai Orang Pertama Pelaku Utama, Orang Pertama Pelaku Sampingan, Orang Ketiga, bahkan tidak menutup kemungkinan, sebuah cerpen dengan sudut pandang orang kedua. Tentu saja, masing-masing sudut pandang memiliki ciri khas. Sudut pandang orang pertama, berarti seorang penulis cerpen menempatkan diri sendiri sebagai pelaku dalam cerpen. Ditandai dengan kata saya, aku yang terlibat langsung dalam cerita. Seolah-olah menceritakan diri sendiri. Sudut pandang orang ketiga, berarti penulis cerpen menceritakan 'orang lain' dalam cerita. Sehingga pengarang 'mengetahui' isi cerita tanpa terlibat langsung dalam cerita. Ditandai dengan kata dia, ia, untuk menyebut tokoh pandang orang kedua, adalah sudut pandang yang sangat jarang digunakan dalam cerpen karena kerumitan dalam penulisannya. Seolah-olah, pembaca cerpen adalah pelaku dalam cerita, dan pengarang cerpen sedang mengajak berbincang-bincang pembaca. Ditandai dengan kata ganti 'kamu' untuk menyebut pelaku atau tokoh utamanya. Dilihat dari sudut pandangnya, Cerpen Pohon Keramat diceritakan dengan sudut pandang orang pertama bukan sebagai pelaku utama. Cerpen Pohon Keramat Menggunakan Sudut Pandang Orang PertamaBagi anak-anak, sawah adalah tempat yang paling banyak memberi kenangan. Kami mandi sore di pancuran sawah. Setiap sore, kecuali hari Jumat, anak-anak belajar mengaji di masjid. Kakek awalnya mengajar, tetapi akhirnya diteruskan oleh Kang Hasim. Saya menjadi anak emas apabila Kang Hasim mengajar. Selain dari Kang Hasim, saya belajar mengaji dari Kakek, bagi saya mengaji bukan hal baru. Sebelum sekolah, setiap malam Kakek mengajar saya. Maka pelajaran yang diberikan Kang Hasim kepada anak-anak lain sering merupakan hal yang sudah saya hafal dari mengontrol sawah sering saya diajak Kakek jalan-jalan ke pasar yang buka seminggu sekali. Kakek membeli berbagai keperluan sehari-hari dan saya selalu punya jajanan enak. Kalau tidak kue serabi, saya memilih kue pukis. Para pedagang itu saya dikasih sebungkus besar kue sebelum saya memilih. Kutipan cerpen di atas adalah bagian dari cerita Pohon Keramat. Dengan teknik penceritaan orang pertama bukan sebagai pelaku utama. Penggunaan kata Kami’ dan kata saya’ yang terlibat dalam penceritaan tersebut menunjukkan hal itu. Tokoh utama dalam cerpen tersebut adalah Kakek. Untuk mengubah agar menjadi sudut pandang orang ketiga, maka yang menceritakan hal itu harus orang lain. Gunakan nama tokoh. Misalnya tokoh Saya’ diganti dengan nama Cak Rat’. Maka, dengan mengubah tokoh saya’ menjadi nama Cak Rat’ dan kata ganti saya’ diubah menjadi dia’. Kata ganti kami’ diubah menjadi mereka’. Hal sederhana seperti itu sudah cukup untuk mengubah sudut pandang penulisan. Secara sederhana kutipan teks cerpen pohon keramat tersebut akan menjadi seperti iniBagi anak-anak, sawah adalah tempat yang paling banyak memberi kenangan. Mereka mandi sore di pancuran sawah. Setiap sore, kecuali hari Jumat, anak-anak belajar mengaji di masjid. Kakek awalnya mengajar, tetapi akhirnya diteruskan oleh Kang Hasim. Cak Rat menjadi anak emas apabila Kang Hasim mengajar. Selain dari Kang Hasim, Cak Rat belajar mengaji dari Kakek-nya, bagi dia mengaji bukan hal baru. Sebelum sekolah, setiap malam Kakek mengajarinya. Maka pelajaran yang diberikan Kang Hasim kepada anak-anak lain sering merupakan hal yang sudah dihafal betul oleh Cak dari mengontrol sawah sering Cak Rat diajak Kakek jalan-jalan ke pasar yang buka seminggu sekali. Kakek membeli berbagai keperluan sehari-hari dan Cak Rat selalu punya jajanan enak. Kalau tidak kue serabi, dia memilih kue pukis. Para pedagang itu memberikan sebungkus besar kue sebelum Cak Rat memilih. Dengan begitu, kutipan cerpen di atas sudah dimodifikasi. Yang awalnya cerpen dengan sudut pandang orang pertama pelaku utama. Hasil modifikasi cerpen menjadi orang Ketiga yang menceritakan tokoh lain. Nama Cak Rat, bisa diubah dengan nama tokoh lain ketika menjadi tugas yang harus dikumpulkan ke guru bahasa Indonesia. Dengan begitu, menjadi hasil memodifikasi cerpen dengan kemampuan sendiri. Dapat pula, kutipan cerpen di atas dimodifikasi atau diubah menjadi sudut pandang orang ketiga dengan sedikit rumit. Perlu memahami jenis-jenis kalimat. Maka memodifikasi cerpen tersebut akan membutuhkan waktu yang lama. Seperti halnya kutipan berikut iniParagraf PertamaBagi anak-anak, sawah adalah tempat yang paling banyak memberi kenangan. Mereka mandi sore di pancuran sawah. Setiap sore, kecuali hari Jumat, anak-anak belajar mengaji di masjid. Kakek awalnya mengajar, tetapi akhirnya diteruskan oleh Kang Hasim. Cak Rat menjadi anak emas apabila Kang Hasim mengajar. Selain dari Kang Hasim, Cak Rat belajar mengaji dari Kakek-nya, bagi dia mengaji bukan hal baru. Sebelum sekolah, setiap malam Kakek mengajarinya. Maka pelajaran yang diberikan Kang Hasim kepada anak-anak lain sering merupakan hal yang sudah dihafal betul oleh Cak gaya penceritaan cerpen Pohon Keramat menjadiSawah adalah tempat yang paling banyak memberikan kenangan. Anak-anak mandi sore di pancuran sawah. Setelah itu, setiap sore, setelah mandi dan main di sawah, anak-anak belajar mengaji di masjid. Dulu, Kakek Cak Rat yang mengajar di masjid itu. Tapi akhirnya diteruskan oleh Kang Hasim. Setiap kali mengaji, Cak Rat menjadi anak kesayangan Kang Hasim, karena Cak Rat sudah hafal dengan pelajaran yang diberikan. Cak Rat bisa hafal karena sudah diajari oleh Kakeknya bahkan sebelum Cak Rat sekolah. Kalimat dan sudut pandang kutipan cerpen di atas sudah diubah. Yang awalnya orang pertama menjadi orang ketiga. Yang awalnya satu paragraf, dipecah menjadi dua paragraf. Pengubahan itu tetap tidak mengubah isi ceritanya. Tetap tentang mandi di sawah dan mengaji di masjid. Paragraf KeduaPulang dari mengontrol sawah sering Cak Rat diajak Kakek jalan-jalan ke pasar yang buka seminggu sekali. Kakek membeli berbagai keperluan sehari-hari dan Cak Rat selalu punya jajanan enak. Kalau tidak kue serabi, dia memilih kue pukis. Para pedagang itu memberikan sebungkus besar kue sebelum Cak Rat memilih. Mengubah gaya penceritaan cerpen menjadiCak Rat diajak jalan-jalan ke pasar oleh Kakeknya. Mereka pergi ke pasar setelah mengontrol kondisi sawah. Di pasar yang bukanya seminggu sekali, Kakek Cak Rat membeli keperluan sehari-hari. Di pasar itu, Cak Rat dibelikan kue oleh kakaknya. Ada kalanya kue serabi, ada kalanya kue pukis. Setiap pulang dari pasar bersama Kakaknya, Cak Rat selalu membawa jajanan pasar dalam sebungkus kresek besar. Jangan lupa, ubah gaya penceritaan cerpen Pohon Keramat dengan gayamu sendiri berdasarkan macam-macam teknik penceritaan sudut pandang pengarang. Demikian penjelasan tentang memodifikasi Kutipan Cerpen Pohon Keramat yang awalnya diceritakan dalam sudut pandang orang pertama pelaku utama. Menjadi sudut pandang orang ketiga.
Cerpen]: "Pohon Asem Keramat" karya M. Sholiha Sudut-sudut kecil, lorong-lorong kecil, tempat-tempat kecil, pojokan-pojokan, dan tempat apa pun yang sunyi dan terpencil. Apakah sesuatu yang kecil itu bermasalah?
GXcJDC. v649bg06p3.pages.dev/352v649bg06p3.pages.dev/481v649bg06p3.pages.dev/310v649bg06p3.pages.dev/445v649bg06p3.pages.dev/400v649bg06p3.pages.dev/499v649bg06p3.pages.dev/113v649bg06p3.pages.dev/123
gaya bahasa cerpen pohon keramat